SDLC Menjadi Proses Penting dalam Pengembangan Software : Simak Pengertian, Peran, dan Fase dalam Metode SDLC | Total IT

SDLC Menjadi Proses Penting dalam Pengembangan Software : Simak Pengertian, Peran, dan Fase dalam Metode SDLC

By NV | 13 Maret 2023

Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. 


Lantas apa itu SDLC?

SDLC atau Software Development Life Cycle adalah siklus yang digunakan dalam pembuatan atau pengembangan sistem informasi yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara efektif. SDLC terdiri dari kerangka kerja yang mengidentifikasi semua aktivitas yang diperlukan untuk meneliti, membangun, menyebarkan, dan memelihara sistem informasi. Jadi, bisa didefinisikan bahwa SDLC adalah alur pengerjaan suatu perangkat sehingga bisa terselesaikan dengan baik dan menghasilkan perangkat yang sesuai tujuan. Setiap pengembang akan mengikuti SDLC jadi tidak ada miscommunication yang berarti.

Pentingnya SDLC untuk proses development produk

SDLC menjadi siklus yang penting dalam pengembangan produk karena dapat memetakan perencanaan, penjadwalan, dan estimasi proyek secara rinci. SDLC menyediakan framework untuk serangkaian aktivitas dan dapat digunakan sebagai mekanisme untuk melacak dan mengontrol proyek dalam peningkatan visibilitas perencanaan proyek kepada semua stakeholder yang terlibat dalam proses developing. Sehingga dapat meningkatkan kecepatan proses developing untuk membantu mengurangi risiko proyek overhead rencana manajemen proyek.

Tahapan atau Fase SDLC

Pada dasarnya, SDLC menggambarkan alur terstruktur melalui fase siklus perangkat lunak dan urutan bagaimana fase tersebut dijalankan untuk menghasilkan perangkat lunak berkualitas tinggi dalam waktu singkat. Untuk menjalankan fase tersebut, SDLC memiliki tahapan yang harus dipenuhi sehingga bisa menghasilkan perangkat berkualitas. Tahapan SDLC tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Planning/Requirement

Tahapan SDLC pertama adalah perencanaan. Pada tahapan ini, tim pengembang harus mengetahui tujuan penggunaan perangkat yang akan diproduksi. Untuk mengetahui tujuan ini, perangkat nantinya akan menjadi produk yang efektif untuk target pasar dan perusahaan. Pada tahap ini, Tim pengembang akan mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan pengguna, untuk dibentuk menjadi persyaratan dan standar yang diinginkan. Persyaratan tersebut akan disusun dalam dokumentasi Software Requirement Specifications atau Business Requirement Document. Tahap ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai ruang lingkup proyek secara keseluruhan, permasalahan yang akan diselesaikan, peluang dan risiko yang kemungkinan muncul dalam proses pengembangan. 


  1. Design

Pada tahap ini, designer seperti UI/UX designer akan mempersiapkan dokumen desain sistem dan perangkat lunak sesuai dengan dokumen spesifikasi kebutuhan pada tahap sebelumnya. Designer akan membuat desain arsitektur, user interface, diagram alur data dan membuat diagram proses dan tim produk akan menentukan prioritas kerja, menyusun produk roadmap dan meminta persetujuan dari stakeholder. Hal ini akan membantu tim developer maupun tim produk untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tujuan mereka.


  1. Development/Pengkodingan

Setelah tahap perancangan sistem selesai, selanjutnya akan masuk ke dalam tahap development. Pada tahap ini, tim developer akan mulai mengimplementasikan script bahasa pemrograman untuk membangun sistem secara keseluruhan. Hasil dari tahap ini adalah sebuah source code untuk software yang telah dibuat.


  1. Testing/Pengujian

Ketika semua sistem sudah siap, perangkat tidak langsung siap untuk diserahkan ke publik. Perangkat memerlukan uji coba yang akan dilakukan tim inti terlebih dahulu. Kemudian diuji pada tim di luar developer untuk mendapatkan feedback untuk diperbaiki agar perangkat lebih lengkap dan data digunakan oleh masyarakat luas. Tahap pengujian aplikasi atau website untuk memastikan apakah produk sudah berjalan dengan baik sesuai kebutuhan user. Pengujian ini melibatkan utamanya Quality Assurance (QA), tim developer, dan biasanya melibatkan user yang akan menggunakan produk. QA harus memastikan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan memenuhi persyaratan. Selama tahap ini, QA mungkin akan menemukan bug/cacat, error, dan freeze, yang nantinya dikomunikasikan kepada developer. Tim developer kemudian memperbaiki bug dan mengirimkannya kembali ke QA untuk pengujian ulang. Proses ini akan berlanjut sampan perangkat lunak benar-benar bebas dari bug, stabil, dan berfungsi sesuai persyaratan. 


  1. Deployment

Pada tahap ini, setelah tim menyelesaikan masalah atau memperbaiki bug dan kesalahan, aplikasi atau situs web siap dirilis untuk digunakan oleh pengguna. 


  1. Maintenance

Setelah melalui tahap deployment, pengguna dapat menggunakan produk yang telah dikembangkan. Aktivitas pemeliharaan yang akan dilakukan seperti perbaikan bug yang akan dilaporkan oleh pengguna karena beberapa skenario yang mungkin terlewat untuk diuji, melakukan upgrade aplikasi ke versi software yang terbaru, dan proses enhancement untuk menambahkan beberapa fitur baru ke dalam perangkat lunak yang ada. Fokus utama tahapan ini adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan terus terpenuhi dan sistem terus bekerja sesuai spesifikasi yang direncanakan pada fase requirement.


Referensi:

Memahami System Development Life Cycle - Accountingbinus.ac.idhttps://accounting.binus.ac.id › me…

https://www.ekrut.com/media/sdlc-adalah


Latest Projects