
By NV | 10 Maret 2025
MongoDB adalah salah satu jenis database NoSQL (Not Only SQL) yang memungkinkan data disimpan dalam dokumen JavaScript object notation (JSON) dan sangat disukai untuk pengembanan website. Tidak mengherankan bahwa banyak perusahaan besar seperti Google, Adobe, dan eBay mengandalkan MongoDB.
Selain itu, MongoDB dibuat untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh database relasional konvensional. Ini termasuk skalabilitas horizontal, fleksibilitas schema, dan peningkatan kinerja untuk aplikasi yang memiliki banyak data kompleks.
Data disimpan dalam dokumen MongoDB, yang dapat berisi berbagai jenis data, seperti string, angka, daftar, dan bahkan dokumen lainnya. Dokumen-dokumen ini kemudian dikelompokkan ke dalam koleksi, yang sebanding dengan tabel dalam database relasional konvensional.
MongoDB adalah basis data NoSQL yang dirancang untuk menangani data dalam format dokumen JSON-like, memungkinkan penyimpanan yang fleksibel dan skalabilitas tinggi. Tidak seperti basis data relasional (RDBMS) yang menggunakan tabel dan skema tetap, MongoDB menggunakan koleksi dan dokumen yang memungkinkan perubahan struktur data tanpa harus mendefinisikan skema sebelumnya.
Keunggulan MongoDB
Fleksibilitas Skema
MongoDB tidak memerlukan skema tetap, sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan perubahan data secara dinamis.
Skalabilitas Horizontal
MongoDB mendukung sharding, yang memungkinkan data dibagi ke beberapa server untuk menangani peningkatan beban kerja.
Kinerja Tinggi
Dengan fitur indexing dan replication, MongoDB menawarkan performa tinggi untuk aplikasi yang memerlukan pengolahan data dalam jumlah besar.
Dukungan untuk Big Data & IoT
MongoDB sering digunakan dalam aplikasi Internet of Things (IoT), analisis data, serta aplikasi berbasis web dan mobile karena kemampuannya menangani data dalam skala besar dengan efisien
Penggunaan MongoDB dalam Industri
MongoDB sering digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk:
E-commerce: Digunakan untuk menyimpan data produk dan pengguna dengan format yang fleksibel.
Media & Hiburan: Platform seperti Amazon Prime menggunakan MongoDB untuk mengelola konten multimedia.
Keuangan: Banyak perusahaan fintech menggunakannya untuk analisis transaksi real-time.
Kesehatan: Digunakan dalam penyimpanan data biometrik dan rekam medis elektronik
Tantangan Menggunakan MongoDB
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, MongoDB memiliki beberapa keterbatasan, seperti:
Kurangnya Dukungan ACID yang Kuat: Meskipun MongoDB mendukung transaksi multi-dokumen, keandalannya dalam lingkungan yang sangat transaksional masih di bawah RDBMS seperti MySQL.
Konsumsi Memori: MongoDB menyimpan data dalam BSON (Binary JSON), yang dapat menyebabkan penggunaan memori lebih besar dibandingkan database relasional.
Kurang Efisien untuk Query yang Kompleks: MongoDB tidak mendukung JOIN seperti pada SQL, sehingga mempersulit query yang melibatkan banyak relasi antar data.
References: