ARM vs x86: Perbandingan Arsitektur dan Kegunaannya | Total IT

ARM vs x86: Perbandingan Arsitektur dan Kegunaannya

By NV | 19 Maret 2025

Dalam dunia komputasi, dua arsitektur prosesor yang paling umum digunakan adalah ARM dan x86. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tergantung pada kebutuhan pengguna. Berikut adalah perbandingan utama antara ARM dan x86 berdasarkan performa, efisiensi daya, kompatibilitas perangkat lunak, dan aplikasi penggunaannya.

  1. Perbedaan Arsitektur: RISC vs CISC

  • ARM (Advanced RISC Machine) menggunakan pendekatan RISC (Reduced Instruction Set Computing), yang berarti instruksinya lebih sederhana dan lebih cepat diproses oleh CPU. Ini menghasilkan efisiensi daya yang lebih baik dan performa yang optimal untuk perangkat seluler serta sistem tertanam.

  • x86 (Intel/AMD) menggunakan pendekatan CISC (Complex Instruction Set Computing), yang mendukung instruksi yang lebih kompleks dan memungkinkan pemrosesan data dalam jumlah besar, menjadikannya pilihan utama untuk PC dan server dengan kebutuhan performa tinggi 

  1. Performa dan Efisiensi Daya

Faktor

ARM

x86

Performa

Lebih efisien, tetapi cenderung lebih lambat dibanding x86 dalam tugas berat

Sangat cepat dan mendukung multitasking intensif

Konsumsi Daya

Lebih hemat energi, ideal untuk perangkat mobile

Konsumsi daya tinggi, memerlukan pendinginan yang lebih baik

Kompatibilitas OS

Android, iOS, Linux, Windows on ARM, Chrome OS

Windows, macOS (Intel), Linux, BSD

Aplikasi Utama

Ponsel, tablet, IoT, sistem tertanam, laptop hemat daya

PC, server, workstation, laptop gaming

ARM biasanya digunakan dalam perangkat yang mengutamakan efisiensi daya, seperti smartphone dan tablet. Sebaliknya, x86 lebih banyak ditemukan di laptop kelas atas, PC, dan server karena mampu menangani tugas yang lebih kompleks dan berat.

  1. Kompatibilitas Perangkat Lunak

Salah satu tantangan utama dalam memilih antara ARM dan x86 adalah kompatibilitas perangkat lunak:

  • Aplikasi yang dirancang untuk x86 tidak dapat langsung dijalankan di ARM tanpa emulasi, yang dapat mengurangi performa. Contohnya, Windows pada ARM masih mengalami keterbatasan dalam menjalankan aplikasi Windows tradisional yang ditulis untuk x86.

  • Sebaliknya, sistem berbasis ARM seringkali memerlukan perangkat lunak yang dikembangkan khusus untuk arsitektur ini, seperti aplikasi pada iOS atau Android.

  1. Mana yang Lebih Baik?

Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan:

  • Jika Anda menginginkan daya tahan baterai yang lama dan efisiensi energi, ARM adalah pilihan terbaik.

  • Jika Anda membutuhkan kinerja tinggi untuk aplikasi berat seperti gaming, rendering, atau server, maka x86 lebih unggul.

  • Perkembangan terbaru seperti prosesor Apple M1 dan M2 berbasis ARM telah menunjukkan bahwa ARM juga dapat mencapai performa tinggi dalam laptop dan desktop tertentu.

Baik ARM maupun x86 memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. ARM lebih efisien dalam daya dan lebih cocok untuk perangkat mobile serta IoT, sementara x86 masih menjadi pilihan utama untuk komputasi berat seperti PC gaming dan server. Dengan semakin berkembangnya teknologi, ARM mulai menantang dominasi x86 di bidang komputasi performa tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh Apple Silicon dan prosesor berbasis ARM untuk laptop dan server.

Referensi:

  1. Intel, AMD and ARM Processors Explained: Which One to Choose - GeeksforGeeks

  2. C&T Solution – ARM vs x86

  3. https://teknolosia.com/2023/08/perbandingan-x86-vs-arm-menilik.html

  4. Perbedaan Antara x86, x64, dan ARM: Apa yang Perlu Anda Ketahui

Latest Projects